BruneiDirect.Com

.

HAVE YOUR SAY!

Post your views on any subject under the sun but please avoid being vulgar or rude. Brudirect is pleased to be your host and, of course, the views you may air are yours alone and we disclaim any responsibility. So go ahead enjoy and have your say! 

Click Here To Join!

Brunei Malaysia Singapore Philippines Indonesia Pakistan Nepal India Sri Lanka Thailand

Click Here To View Previous Have Your Say!

Is Business ... Down or Even Lower? May I please have your attention, in recent days we are discussing and pointing out fingers asking who's fault why "Brunei's Business Environment" is slowly decreasing ... Brunei government should re-think their strategies on helping businessmen and businesswomen. Pehin Rahman the other week pointed out "Brunei's business people don't have WILL POWER". Do they really lack WILL POWER? We really need to discuss that BUSINESS is not just having CAPITAL, it won't matter even if the government injects $2 billion or even $10 billion on Brunei's business community, in my point of view. Business is like a dance, it takes TWO to tango. My dear readers, I can build a business if I want to, but the question is, how long for it to be approved by the Brunei Government? Will I have enough Manpower, no problem with Quota and Labour Department? To Brudirect readers, please don't hesitate to reply or even write your own point of view on this matter. Thank you and have a nice day to you all. Brunei Critics 20.09.2002*
Love News Express: I am sorry to hear that the best and the only second paper of Brunei has to shut down. Now it will be free for all for Borneo Bulletin, which is filled with biased journalists. Express Lover 20.09.2002*
KAN HAL RBA: Andang tah sudah nasib RBA ani macam macam sudah kejadian,sudah tah kena amok pasal EXCESS BAGGAGE,ADA KENA RETRENCH,TAHUN ANI INDA ADA BONUS.Mun kan di fikir fikirkan kalau seorang anak damit lahir dari tahun 1975,masa ani kalau di asuh bisai bisai bolih jadi somebody yg inda jua kena galati bah,at least bolih jua,Tapi kalau pengasuh nya atu saling bertukar ganti,ibarat nya orang ada pun indung tapi inda pemedulian tau tah abis kita apa jadi pada anak atu. Macam atu tah terjadi keatas RBA ani,mana kan untung kalau pihak kerjaan pun inda mau support contoh nya kalau pegawai kerjaan yg bertugas umpama nya ke LONDON mana abis dorang mau ikut RBA,ia tah nama nya tu MEYUSUI KERJA DIHUTAN,ANAK DI RUMAH KARING LIHIR.Faham jua deh abis orang basar basar ani mau comfort,tapi kalau ada di dalam fikiran abis dia atu untuk menaikan NATIONAL AIRLINE ani orang basar basar jua harus tah sama sama berkorban,inda kan orang bawahan saja kan di bebani. Sumpitsumpit 20.09.2002*
RTB oh RTB: I am writing in response to 'RTB oh RTB' by umyra dated 17/09/2002. Initially I didn't want to make a reply, I'm not that nosy type and don't normally like to waste time on small matters. But when I read that note again, perhaps 3 times, then I felt that this 'umyra' wrote that note out of frustration or anger.  Though every one of us has right to our own opinion but his is not a fair representation of the whole (public).  I strongly feel and more likely to believe that this 'umyra' is Hj Taha himself.  If not him, that person must be strongly associated with him.. close friends or relatives to see all the best out of him. Saya melihat diri saya dalam situasi ini sebagai orang berkecuali, dan sebagai seorang penonton rancangan2 bukan saja keluaran RTB, malah juga RTM1, RTM2, TV3, Astro channels. etc.  Ini bermaksud, saya juga memperhati rancangan harian Rampai Pagi TV.  Though the intention of RTB to broadcast daily rampai pagi is good (informative and some light entertainment included), pembawaan penyampai juga memainkan peranan penting dalam melaksanakan tugas untok menjayakan rancangan rampai pagi tersebut.  Penonton termasuk saya pasti sedia maklum bahawa tugas penyampai tidak semudah yang kita fikirkan, apatah lagi rancangan yang berbentuk siaran langsung. Tekeduhung umyra (Hj Taha according to my good feeling) membincangkan the quality of penyampai, lets look closer.  Sebagai penonton, saya juga dapat menilai prestasi setiap penyampai.  Rampai pagi ada 16 penyampai, now tinggal 14 saja, Hj Taha and Hj Amin (inda kana sambung).  The last 3 words are terms used by warga rampai pagi and penyampai only.. I've checked with some reliable source on why these 2 presenters ani inda kana sambung..  According to their 'indirect reply', it was due to POOR PERFORMANCE and some outsiders (penonton lah tu) commented to RTB of their dissatisfaction about SOME presenters.  But why 'umyra' or Hj Taha (;-) only highlighting about HIM only, why not Hj Amin.  I must agree other presenters like Dk Rosimah, Hanafiah need to improve their presentation or otherwise  will face the same faith as you.  Umyra by focussing on Hj Daud and yourself, you forgot about Hj Manaf, to me Hj Manaf is the best of the lot!, Sarinah, Pg Sharifuddin, Abdullah.. they are not that bad considering they are 'part-timers', their effort should be noted.  Let me quote 'umyra' said 'HJ DAUD METARSAD AND ADA SORANG YANG QUITE GOOD TAPI I DON'T SEE HIM ANYMORE, HJ TAHA.  I HAVE A FEELING IA INDA MEMBUAT RAMPAI PAGI LAGI........    BUT KALAU IA INDA ADA DI RAMPAI PAGI SEBAB INDA KANA SAMBUNG, THEN THE DECISION MAKERS FOR RAMPAI PAGI HAS MADE A BIG MISTAKE.  HE'S VERY GOOD. DOESN'T TALK MUCH BUT VERY STRAIGHT FORWARD AND MAKES VALID AND INTERESTING COMMENTS AND ASKS INTELLIGENT QUESTIONS'.  Unquote. Let me tell you again, he is no longer required due to his lack of performance! And supported by the comment from the public.  If public doestnt like him, I don't think the rampai pagi decision makers make a WRONG decision to remove him.  I come to understand that he cant do ad-lip, his tone is flat, muka yang tak ceria langsung apatah lagi kan senyum, mata yang look mengantok all the time. Kalau inda pecaya liat tia while he reading news.  Warga news pun ku dengar macam2 but still jua reading news. Angkat bakul atu Hj inda salah, but jangan rosakkan bakul orang lain.  At this point I will not talk about Hj Amin, I think he is a good person but simply not up to it as a presenter. Babu dan bapa pun pandai membari comment! Orang tua2 suka pulang kan Hj Zaini atu.. Pandai baibun. Helen, Hjh Salmah and Hjh Jamilah, jangan telampau serious.  Hj Malek, cubatah jogging or naik bukit shahbandar kah, naik basikal wont help much on your effort to lose weight! Dk Rosimah, be more focus while facing camera.  Abdullah, well done. Hj Bahmin, Hj Ali.. ok lah, kemampuan terbukti.  Rasa ati, mau pulang ku kan mencuba jadi penyampai ani but karang banyak peminat, payah pulang karang, hehehe..   bah next time lagi. Bye.    Peminat segmen ceramah agama. Peminat setia Segmen ceramah agama 20.09.2002*
What ever: It is sad this morning .. cos i can't be able to buy any News Express. And it's kind of surprise too. Because before this although the publisher Avesta is facing a lot of internal and external challenges, but it can still survive until the very end .. i once thought it's a super company which have no fear of been sue or problem. News Express once brought a lot of surprises to the readers. . it publish some of the daring reports that attracted hearts of many including me..  After today the media environment will return back to the old days, competition will not be so stiff anymore, and we hope the only private run English daily paper left, Borneo Bulletin can continue to bring us
more exciting and unbiased reports... pigpei ppei@hotmail.com 20.09.2002*
Corruption in jpmc: why jpmc don’t be close down too as they are useless and lost lots of money and the building serve no useful purpose. othman hj mohd pj@hotmail.com 20.09.2002*
to bakut: A'kum! yang difokuskan dlm statementku yang lalu atu ialah kalau kan becakap atu fikirkan dulu akibatnya, kalau nda mendatangkan bahaya sila teruskan, tapi kalau ia boleh menimbulkan kekeliruan ataupun fitnah baik diamkan. memang benar kalau di diamkan mengenai perbuatan "sebahagian guru agama menggatali murid" maknanya ia bersubahat tentang perbuatan yang nda senonoh atu. Dlm statementku yg lalu balik2 saya nasihatkan arah beberapa org pembaca di sini supaya Menggalakkan org melakukan perkara yang baik dan mencegah perbuatan yang munkar, kerana ajaran ini adalah anjuran Islam, disebut balik2 dalam al-Quran dan Sunnah. So, apa maknanya di sini??? adakah kediaku menganjurkan supaya orang atu berdiam diri saja tanpa melarang kemunkaran yg dilakukan di depannya. samasekali bukan atu yg dimaksudkan. Sudah tentu kalau diam atu bukan tempatnya, maka ia satu perbuatan yg dicela. sbb Rasulullah s.a.w. ada bersabda: "Barangsiapa diam dari yg benar maka ia syaitan yg kelu". M!
udah2an orang yang mula2 menimbulkan masalah ani niatnya baik, umpamanya untuk membaiki ulah guru berkenaan. tapi saya berpendapat lebih baik ia menasihatinya terlebih dahulu, kalau ia inda mendangar nasihat, repot arah guru besar. kalau guru besar atu yg sebenarnya melakukan, sila repot arah nazir atau orang yang di atasnya, kalau durang ani jua macamiatu repot lagi arah org yang diatas durang. macam atu lah seterusnya... sebab bukan durang ani berkuasa sepenuhnya..ada lagi orang yg berkuasa di atas durang. ani baru cara yg betul. org yang mengemukakan masalah ani tapi di depannya berdiam diri dan tanpa menasihatinya atau merepot arah org di atasnya, sebaliknya disebar2kan cerita ani, ani bagi saya bukan cara yang baik. bahkan sebaliknya boleh memburukkan nama baik guru ugama yang sebenarnya satu pekerjaan yang mulia di sisi Agama Islam.
berkenaan dgn penyebut "sebahagian", secara logiknya lurus dgn apa yg kita cakapkan atu, tapi dlm tulisan ada baiknya disebut bagi mengelak kekeliruan org ramai. Dlm Islam kalau disebut Khamar (arak) atu haram, maknanya semua arak atu haram, adakah kitani dapat memahaminya bahawa sebahagiannya sahaja yg haram??? p/s: bercakap dgn ringkas, tepat dan padat memang dianjurkan dalam Islam, sebaik2 contah yang becakap miatu adalah Rasulullah s.a.w. ( ia diistilahkan sebagai Jam' al-Jawami' ),. wassalam.  an-nur 20.09.2002
Airport Fiasco: Banar tu kata Insider dan yg lain2 lagi atu, Orang kitani ani telampau kebasaran bah. Semua kan manang, nada kan peduli kan orang lain...biar orang lain rugi atau mati asal ia bahagia. Membagi malu banar bah tabiat orang kitani camani ani. Kalau kana tingkah sedikit, udah tia menggamuk macam ambok kana belacan.

Kalau kitani inda mengubah sikap buruk kitani camani macamana tah orang kitani kan maju bebisnes. RBA kana ucap2kan inda pandai untung. Macamana tah kan untung mun excess baggage pun penumpang inda kan membayar. Pikirkan tia pasalnya kenapa excess baggage atu kana cas, pasal kan membelanjai tambahan belanja minyak untuk membawa barang atu! Mun sudah seorang 7-8kilo excess, kalau kapal atu panuh(dalam 196penumpang) dan semua ada excess camatu, berapa udah tu....? patutnya orang kitani bepikir labih awal, hantar pakai cargo. Kalau pakai cargo, jauh labih murah tu! Atau pun pakai falsapah..."berani buat berani tanggung!" Baik pulang pekerja India, Indon, Thai sama Filipino...diorang ani selalunya mau pulang membayar.  

Lagi satu selalunya RBA telampau lambut bah. Kan selamanya udah macamatu, apa inda penumpang naik kepala. Sepatutnya macam diluarnegeri, kalau inda tebayar, tinggalkan kalau menggamuk panggil polis. Mesti ada limitnya bah, bagi rata semua penumpang 25kg atau 30kg, habis cerita...kalau labih walau pun sekilo...mesti bayar. Jangantah takut walau kana gertak..."INDA KAU TAU AKU ANI SIAPA KAH?"  pasalnya kalau ia banar bepangkat atau beusin, ia labih berhak membayar....ani inda....makin labih tah pulang karitnya.

Bah atu saja kali ah. Wassalam VR4 20.09.2002
Brunei's road need to improve!!!!!: I would like to add to Orang Kampong Concern's regarding the road at KM41 - KM43. Sg Paku, Tutong.  Since it is the only link road to Belait District, the relevant authorities should be keener to improve the stability of the road. I'm using the road everyday and it's really worried me whenit's raining heavily.  No proper street lighting, No proper drainage, No Proper sign board and the sand from the hill flows drastically if it rains heavily. No proper supervised conducting the sand mine will only endanger the road users in that area.
Relevant Authorities always makes it clear that modified car will not be tolerated. Modified car having high risk to accident. That I was told. But could this too due to the road condition as well? Due to bad roads which are not level, road having loopholes and perhaps too slippery due to the mud that flows from the hill? I'm not talking about the road at KM41 alone.  The Relevant authorities should be more concern about the public interest as well. Aku bukan Superman! 20.09.2002*
Business Will Power: MIPR Says will power. It is very true what he says, Brunei businessmen has the WILL, unfortunately no POWER. So it would be easier to do business if you have both, first is WILL, secondly POWER. That is why you see in Brunei most successful businesses are owned by people with POWER or having people in POWER supporting them. I hope we now agree with PR. Those who has the WILL to do business do not forget that you should look for people with POWER.  Mind my Business 19.08.2002*
Fair writing: It's sad to hear that News Express is has stopped its publication. And now Brunei has only one paper, the Borneo Bulletin. But the thing about BB is that it does not really carry out the news on the libel case of Avesta in full. To my understanding, the four defendants are, (1) Avesta (2) Prem Chandran (3) ROSLI ABIDIN YAHYA, and (4) Abang Razali. Just because Rosli Abidin Yahya is currently employed with the BORNEO BULLETIN (Brunei Press Sdn Bhd), his name was not mentioned at all in both Borneo Bulletin and Media Permata. The two papers only mentioned a "reporter", without putting Rosli's name and affiliation. Why I.S. does not carry out to the public the true story, the true picture of what is really? Is his motive basically to see NE out of business so that he, and BB could once again control the media in Brunei? I.S. is not professional in writing his article. Shame on the most 'experienced' freelance reporter in Brunei for misusing the media for attacking another party. He should know better that fair and accurate writing is important in journalism, and no personal attack by using the media. It's a one way reporting, covering one just to please another party. Now, BB looks like a cheap tabloid. More to come. Local media observer lmo28@brunet.bn 19.08.2002*
News express shut down: IS, your war against NE is now over. I do hope you will be more realistic and responsible with your reporting since you are now a monopoly. But your report today is incorrect as I read NE today. Could you correct your headline on this. Reader 19.08.2002* 
Adik lelaki mewalikan kakak: Saya minta maaf bnyk2 pd MamaSan sbb jwpn hari atu yg kurang memuaskan dan nda merespon secapat mungkin. Sebnrnya jwpn atu ada sudah cuma alum ada dalil kan menguatkan hujah, tepaksa dicari org2 yg lebih arif dlm hal ani. Saya ulangi soalan kita lagi ah. Bolehkah inda seorg adik lelaki mewalikan nikah kakanya yg statusnya anak luar nikah atas sbb sesusuan ataupun seibu dgn adinya laki2 ani? Bnyk pendapat org sebnrnya, tapi rasanya yg kan saya bentangkan ani lebih menepati kehendak syarak. Kalau ada pendapat lain bersandarkan hujah yg lebih kuat, dipersilakan. Sblm atu, dua perkara yg misti diingati & inda mungkin berubah bila2 masa. Satu: Keluarga susuan (ayah, abg, adik lelaki dll) inda berhak menjadi wali sekalipun wali mujbir (ayah, abg, adik lelaki kandung dsb) anak perempuan atu inda ada. Lagipun, isu susuan ani cuma utk hukum nikah iaitu suami & isteri yg ada pertalian susuan antara satu sama lain haram nikah selamanya. Bkn ertinya hukum lain spt perwalian nikah & perwarisan harta pusaka dibolehkan atas sbb susuan ani. Kedua: Anak luar nikah sungguhpun inda berdosa inda ada sebarang nasab yg sabit keatasnya kecuali kpd ibu kandungnya. Maksudnya dari segi syarak anak atu adalah seorg ajnabi (org asing) kpd semua org kecuali ibunya yg melahirkannya. Isu pertama bolehkah inda atas sbb sesusuan? Rasanya sedikit sebnyk ada kaitan dgn jwpn saya dulu yg ayah kandungnya (biological father) nda boleh mewalikan anaknya luar nikah ani atas sbb ia ayah susuan anak ani, sbb ia menyusu dari ibu kandungnya. Inda timbul psl susuan di sini. Samalah jua halnya dgn adinya laki2 atu, ia bknnya adi sesusuan dgnnya, ia adi kandungnya. Keluarga kandung lain, keluarga susuan lain. Kalau anak atu diserahkan kpd ibu lain yg bkn ibu kandungnya utk disusukan, maka jadilah seluruh alhli keluarga ibu susuan atu 'keluarga susuan' bagi anak perempuan atu.
Isu kedua bolehkan inda atas sbb anak perempuan & adinya laki2 atu seibu? Inda boleh sbb adik lelaki atu adalah anak hasil dari nikah & jimak yg halal antara kedua ibubapanya. Pdhal kakanya atu anak hasil dari zina. So dari segi syarak, adinya laki2 atu pun inda sabit nasabnya keatas kakanya atu walaupun ia kaka kandungnya biologically. So seolah2 anak luar nikah atu nda ada sesiapa di dunia ani melainkan ibunya. She belongs to nobody & nobody belongs to her. Tapi jgn silap, hak & tanggungjwb anak atu tetap sama spt org lain. Ia ada hak harta pusaka dari ibunya, hak utk diperlakukan dgn adil, hak wasiat, hibah, wakaf, aqiqah, hak utk berkahwin, hak utk diwalikan nikahnya (wali hakim), hak nafkah dari suaminya, sama jua ia ada tanggungjwb solat, puasa, bayar zakat dll. Jadi berdosa hukumnya siapa yg merendah2kan diri anak atu hanya kerana statusnya sebagai 'anak luar nikah'. Jadi sbb atulah sebnrnya pernikahan dlm Islam adalah sesuatu yg suci. Atutah jadi 'kayu pengukur' pensabitan nasab keatas seorg anak atu, dari sana terbit hak & tanggungjwbnya yg lain yg sepatutnya keatas anak atu. Sbb atu bab nikah ani jgn main2. Nasihat saya lah ah, mana lebih baik: menutup aib kah atau memelihara maslahat anak atu? Memang inda ada jln keluar kan menutup kesalahan kitani masa lalu especially kalau kesalahan atu melibatkan hak Allah & hak anak yg bakal dilahirkan sbb dgn melakukan zina atu sendiri tersebarnya kerosakan di muka bumi ani. Kalau rasa tani kan lapas pun dari aib di dunia ani, tetap jua tani kana di akhirat nanti. Caranya ganya bertaubat nasuha. Cuba fikirkan masa depan anak atu nanti kalau sekiranya nikahnya diwalikan 'bapa kandungnya' atu. Apa status nikahnya atu? TIDAK SAH. So apakan jadi pd zuriat2 yg bakal dilahirkan? Jadi cara terbaik kan menutup malu di sini: walikan anak atu dgn wali hakim melalui qadi yg menikahkan atu. Berdoa saja utk kesejahteraan anak atu & keluarganya semua sekali. Wallahu a'lam. Mashitah 19.08.2002*
RTB newsteam: I mostly agree with Umyra, about the English news...English, being a second language for most of the people who work on the news, unfortunately means that there will be grammatical mistakes in the content.  However, listening to the English radio news and voice-overs on the tv news, there seems to be a fluctuation in standards, with regards to pronunciation and grammar.  Most of the voices on the English news are good in terms of pronunciation and delivery. However, one or two are almost incomprehensible, either because they're reading too fast and slurring some of the words, or the accent is way over the top! Regarding the coverage of HM's visit to Syria, I have to say that the reporting would have been better if whoever was reporting could speak more fluent English.  The accent and pronunciation on last night's report was really not up to the standard it should be for English news. Doesn't RTB take this into account before letting reporters talk on camera? If not, they should start now. Saya 19.08.2002*
Airport Fiasco: That whole airport fiasco was a sham and shows the bad side of our Bruneian culture ie we tend to be a bit hardheaded at times (even myself!). That person who thinks he is, or at least was, a VIP had just downgraded the standard Brunei International Airport, Royal Brunei Police and its Department of Civil Aviation to a BBB grade, or junk status. Of course everybody loves their kids and no parent in their right mind would want to send their kids halfway around the world without proper care and supplies. But people should learn to look at the bigger picture. If every passengers wish to have a 3-5kg, or even 10 kg concessions, wouldn't it have any effect on the load as well as the performance of the airplane? No wonder RBA never made any profit. or little profit if any! They are too nice. Well, nice guys usually finish last in theses days of capitalism and corporate greed (well bad guys also finish last just ask Enron and World Com! but that’s besides the point). Besides haven't 911 taught anyone a lesson? I'm exaggerating here but who knows what the extra 3-5kg will be? I know they always screen your luggage and stuff (except when you come back to Brunei that is), but heck they also had those in the US and other places and still look what happened. God forbid anything similar should happen to Brunei. But my point is if security is so lax and people don't stand by the rules, regulations and legislations and the people entrusted to enforce and implement the rules, then why bother? Let all hell loose and give concessions to everyone, not just the 'VIP' person. And risk a potential time bomb to explode, excuse the pun. Insider 19.08.2002*
Guru Ugama Menggatali murid: Menambah lagi tulisan saya yang lalu.  Saya kurang senang nampak-nampaknya ada yang memandang ringan akan perkara ani sampai berkata oleh kerana ianya hanya dilakukan oleh seorang guru sahaja, ada baiknya didiamkan demi menjaga nama baik guru ugama. Ani samasekali inda dapat disamakan dengan menjaga keaiban seseorang ni. Saya bersetuju keaiban yang kita perlu sembunyikan hanyalah yang berkisar dengan keburukan yang dilakukan oleh dua pihak yang hanya membabitkan diri mereka sahaja yang keburukan dan kerugiannya atau kerosakannya tidak melibatkan pihak lain yang inda berdosa atau inda tahu menahu. Perkara ani berhubungkait dengan penginiyaan; pecah amanah; menghianati amanah ibu-bapa supaya pihak-pihak berkenaan menjaga keselamatan dan kehormatan anak-anak mereka semasa di bawah jagaan mereka, ibarat harapkan pagar, pagar yang memakan padi.  Ani adalah berhubungkait dengan guru-guru yang tidak bertanggungjawab mengambil kesempatan atas kelemahan dan kementahan anak-anak di bawah jagaan mereka. Orang lain yang tahu tetapi senghaja menyembunyikannya adalah dianggap bersubahat. Sekurang-kurangnya mereka melapurkan perkara ini ke pihak yang bertanggungjawab agar pesalah laku yang dimaksudkan sekurang-kurangnya diambil tindakan disiplin. Seperkara lagi, saya samasekali tidak mendapati salah menggunakan 'generalisasi' selagi maksud yang tersirat dapat dipahami bahawa ianya tidak membawa erti 'kesemua'. Walaupun sekiranya tulisan atu terang-terang menyatakan 'kesemua guru ugama menggatali murid', pembaca inda akan sebodoh atu mempercayainya bulat-bulat. Jadi tulisan yang mula-mula sekali menyentuh kes ini adalah betul, inda payah diubahsuai lagi tajuknya atu.  Misalnya sesudah membaca tulisan tersebut saya samasekali inda terlintas dalam fikiran untuk berperasangka bahawa ianya dilkakukan oleh bekas guru ugama saya 15 tahun yang lalu. Saya juga inda menganggap adik saya yang juga kebetulan seorang guru ugama melakukannya. Jangan terlalu merendahkan keupayaan berpikir pembaca. Indakan mereka semudah atu tersalahpaham dengan hanya membaca kes yang 'straight-forward' macam ani. Bakut bakut_645@hotmail.com 19.08.2002*
BB vs NE: Sejak akhir-akhir ani, pertelingkahan Borneo Bulletin (BB)dan News Express (NE) yang dipaparkan dalam akhbar masing-masing secara indirectly seolah-olah mencerminkan satu etika yang tidak profesional dalam dunia media massa. Yes! shame on both of you...Politically, What don't U all grown up. What's wrong with BB? What's wrong with NE? If U all want to compete, be positive and professional. I would rather switch myself to read another paper, if any. Independent Observer  19.09.2002
Safety of the Road: I do agreed what the orang kampung aired out his concern on the condition of the road Tutong to Belait, particularly at the area of Sg Paku. In fact, I aslo experienced exactly the same thing as the orang kampung stated here. My GOD!! it's very dangerous especially when it is raining and yet the authority seems to close their eyes and ears. As a frequent user, it's really very frustrating when there is no appropriate actions have been taken, correct me if I'm wrong. So I suggest, whoever is responsible, please,please, please.......do some thing. Frequent User 19.09.2002
Ilmu Ghaib: Kepada saudara yang ingin belajar ilmu ghaib ani atau bedukun baik tah befikir dua kali. Kediaku ani berpengalaman sudah dengan hal ani .Berjumpa dan minta pertolongan dengan dukun yang mengunakan ilmu sihir atau begimbaran ani berbahaya bah. Mun biskita mati karang hantu perliharaan nya atu akan menuntut biskita. Kalau kan berubat dengan orang yang mengaku mengunakan ayat quran pun hati hati jua sebab banyak sudah orang luar yang mengaku Ustaz atau Kiai yang kedapatan menipu oleh ku. Nampak saja alim tapi tujuan nya kan membolot usin kitani. Macam macam pintaan bisdurang sebagai pengeras . Kepada orang yang mengubati ani fikirkan tah menolong orang ani inda perlu ada pengeras nya. Kesian bah, sudah tah sakit.. kan di kikis lagi usin bisdurang atu tapi kalau durang bersedakah afdal kitani terima supaya jangan kitani di anggap sombong dan lagi atu ada lah rezeki daripada Allah Taala tapi mun kan meminta jangan sekali. Kepada orang yang kan berubat cari tah ustaz yang! bertauliah atau saudara saudara  kitani yang kitani kenal arif dalam ilmu agama. Jangan tah mencari dukun atau kiai dari luar negeri yang inda tentu ilmu amalan nya. Kepada dukun dukun ubah tah cara perubatan atu dengan menggunakan ayat ayat Quran, tinggalkan tia gimbaran biskita atu supaya jangan biskita jadi shirik. Kepada ustaz atau kiai yang penipu ani baik tah tinggalkan Brunei ani, jangan tah kan menipu orang Brunei atau kan mengajar ajaran sesat sebab Negeri Brunei ani berkat bah, insa Allah gaggal usaha bisdurang atu.... Sofian 19.09.2002
Bahayanya jalan raya NBD: Kembali kepada kejadian yang menyayatkan hati, dimana minggu yang lalu telah terjadi al-kesah yang sedih sekali kepada keluarga yang asalnya gembira bertukar kepada hari hari yg sangat gelap. Maksud I ialah tragedi kepada seorang lelaki yang niat sucinya nak berhajat hendak pigi kesatu tempat tapi berakhir dengan dilanggar kereta semasa proses menukar tayar, dsini hamba mula mula ingin menyampaikan rasa simpati hamba kepada keluarga nya.
Masa pun telahpun berlalu hari ke hari minggu ke minggu cerita mengenai laki laki atu pun pudar. Dsebabkan inilah maka aku ingin mengshare sama biskita apa pendapat ku tentang jalan raya dsini..memang BERBAHAYA..Kalau ada pendapat yang lainnya harap memberi komen seterus nya agar tragedi seperti ini tak kan berulang lagi kepada sesiapa atau pada diri ketani sendiri ( Nota: tragedi camni sudah berlaku berkali kali bah bertahun tahun ada saja ceritanya), harap djauhkan ALLAH SWT.
PENDAPAT SAYA YG PENDEK SAJA IALAH: JALAN RAYA NEGAR BRUNEI DARUSSALAM YG DICINTAI INI, DITEMPAT TERTENTU, PERLULAH DIADAKAN PADA TIAP-TIAP 200 METER DIADAKAN TEMPAT SATU BENTUK PIT STOP KETANI BAGI MEMBERI TEMPAT SELAMAT KETANI MENGURUSKAN SEGALA BENTUK PERMESALAHAN YANG MENIMPA ATAS KERITA KITA YG DICINTAI...HARAP AUTHORITY YANG TERTENTU MENDENGAR KAN KOMEN INI...BUAT LELAKI YG SAYA MAKSUDKAN INI KAMI DOAKAN AGAR SELAMAT AMIN........SEKIAN HAMBA YANG BERHARAP.....  BJM PG_M_ADAM@Hotmail.com19.09.2002
RTB Lagi...: I agree with Saya, with regards to training in RTB. Honestly, I cannot fully agree with their merits in getting the awards. AIBD is a new body, and thus do not have the background and experience. Furthermore, submissions are done through working papers and presentations.These bodies (AIBD) do not come here to see how well it is actually done. If you go around RTB and talk to the people, you can see how effective or uneffective the trainings have been for them.It shouldn't be just training, training is not just to teach them the right thing to do, but also to make them change their attitude. I think that is the keyword - change. You can train all you like, if there is no change, then the government is wasting their resources and time.

These trainings that we see in the papers are done halfway only. Y do I say that? Like all trainings, they are forgotten the moment they leave training ground. Whose fault might that be? Shared equally of course by both the staff and the supervisors that are supposed to maintain these people's standards. How do we maintain after training knowledge and standards? Through enforcement, which is sadly lacking.

By the way I give credit to both the malay and english news team. they are very good readers. However, a lot leaves to be desired to the english voice-overs. Very bad english and pronunciations. Bear in mind that the news can be seen via satellite. We showed the world that our editors speak bad english. I refer to the news team that is currently reporting His Majesty's visit to Syria. I believe, if you need to do something, do it well and to the best possible result. The reporting on last night's news was not even close. Umyra 19.09.2002
DJ: Bagi saya apa yg kena cakapkan mengenai DJ DJ ani bukan lah mengkomplen dan mengkeritik sesuka rasa saja, tapi itu ada lah teguran yang membina supaya mereka (DJ) dapat memperbaiki cara penyampaian n cari mengeluarkan kata kata di radio. Saya jua pendengar radio dan pernah jua terdengar cara meraka menyampaikan yg tidak patut, so bagi DJ DJ yg dimaksudkan atu ambil lah iktibar dan perbaikilah cari penyampaian atu, gunakan lah bahasa standard dan berfikir sebelum mengeluarkan kata-kata jgn sampai org boring mendengar OK... terima kasih kpd yg memberi komen dan komplen mengenai dengan DJ DJ ani semoga dorg ani dpt memperbaiki cara mereka. w'lam..... Jasnita 19.09.2002
BUSINESS DI BRUNEI: Business di Brunei ani adalah business ala "ALI BABA". Nama pemilik orang local tapi yang menjalankan orang luar. Pemilik local ani ganya tau kan dapat komisyen. Lain lagi hal nya kalau pemilik atu ada connection dgn org VIP, alamat nada hiccups tu kalau kan memohon apa-apa jenis perniagaan. Bagi org yang aa sanak saudara di ofis yg kena mengena dgn perniagaan bisdurang, lagi sanang. apa tidaknya lakas lulus tu permohonan atu and cepat. So inda tah kira org atas kah atau org biasa kah, everybody ada advantage nya. ia tah namanya business di brunei tuuuu  Bekulan 19.09.2002
Insider is Right, Diago: I too don't bother reading News Express (NE) as I fell it is a waste of my time.  But, at the same time, I do agree that Brudirect and Borneo Bulletin (BB) are doing everything they can to trash NE.  It's purely because of trying to get rid of competition.  And don't believe everything BB reports, as it can be biased, which is understandable.  Classic examples are the Disney on Ice or other related shows.  BB makes out as if it are classic shows, and selling out everytime, urging people to buy tickets quickly.  But going there, you can see that there are in fact considerable, if not many, empty seats.  This shows they are trying to induce people to go to the shows.  At the opposite end, I still remember the classic XPDC concert held about 2 years back.  I've been to many concerts and I felt that it was one of my highlights.  There were many spectators.  However, the next day and the few days after that, there were never any reports in BB. Why? Because it was organised by a rival company. And last the reporters who give in the articles- sometimes they write them, sometimes they just ask for the speeches and just rewrite these, and sometimes the people whom they are writing about actually wrote the articles themselves. MAT!! awg_md_2@hotmail.com 19.09.2002
Pengguna ilmu sihir: Ani cerita orang syirik yang menyengutukan Allah meminta bantuan bomoh ilmu hitam untuk menjahanamkan orang. Ada saorang guru munafik namanya Hj Markawi (Sekolah menengah Saidina Umar, Kg Lumapas) dan kakaknya Hj Piah, sianakdara tua yang inda sadarkan diri mengoffer dirinya dikahwini sebab inda lagi laku. Sidaratua Hj Piah ani peniaga kantin disekolah menengah atu. Kebetulan sekolah atu ada 2 kantin, sebelah menyebelah lagi. Masalahnya barang niagaan Hj Piah andartu ani inda nyaman membari kan muntah meliat jadi murid-murid dan guru-guru membali arah kantin sebelah. Oleh kerana hasad dengki, Hj Markawi dan Hj Piah ani pun mencari orang pandai ilmu syirik untuk menjahanamkan bapa peniaga kantin sebelahnya dalam masa 10 hari. Sebab bapanya ani tah yang selalu menjaga kantin atu. Bapanya atu watchman disana. Sebelum atu si Hj Markawi laknat ani selalu membuat surat layang kononnya barang jualan orang sebelahnya atu inda baik. Tapi bila kena check oleh pengetua ternyat!
a atu hanyalah fitnah Hj Markawi. Hj Markawi ani sudah dinasihati oleh pengetua supaya jangan menabur fitnah. Menangis tia dapan pengetua atu kononnya minta maaf. Sekarang bapa peniaga kantin sebelah atu sakit kuat hasil bencana ilmu hitam yang ditujukan arahnya. Ada orang pemandai melihat, didepan rumah watchman ani ada barang kena tanam dan air sihir kena siramkan. Kesian orang atu menderita kerana hasad dengki orang. Sesiapa yang pandai ilmu Allah atu cuba-cuba tah abiskita membantu untuk menghilangkan sihir laknat atu. Kalau boleh balikkan semula arahnya biar jadi keinsafan pada orang-orang yang lain. Cuba tanyakan alamat rumah sibapa yang kena sihir atu arah watchman disana mana tau durang tau. Dulu disana ada 2 watchman. Sekarang entah berapa orang. Kalau inda silap ada anaknya guru ugama mengajar disekolah ugama kasat atau putat. Nya orang, anaknya ani sudah bersuara, kalau bapanya ani meninggal oleh sihir hasil kerja durang atu, Hj Markawi, Hj Piah laknatullah dan sa!
orang tua kutuk nak mampus di Kg Buang sakar yang jadi penanam barang sihir atu kan ditetaknya sampai mati. Katanya HUKUM BUNUH BALAS BUNUH. Inda ada beza membunuh dengan senjata dan membunuh dengan sihir. Kata ulama, SAMA SAJA. Atu kata anaknya. Sebelum ada kes pembunuhan ada baiknya yang mahir membenteras ilmu sihir ani berikhtiar menyembuhkan simangsa. Allah jua yang memberi baik dan buruk ani. Tapi kalau inda diminta, inda jua kena beri. Ramai orang diSekolah Menengah Saidina Umar atu tau perangai buruk Hj Markawi dan Hj piah andartu adik beradik ani. Pemerhati paling rapat 19.09.2002
Awas dengan orang seberang cari makan..: Alkisah tah kediaku ani dulu pernah kan menuntut ilmu ghaib mempertahankan diri dari seorang indon. Orang indon ani dulu aku jumpa di Limbang masa atu ia dengan kawannya yang berjual buku yang inda bercap. umurnya sekitar 28 tahun tapi sekarang mungkin sudah 31-33 tahun. Katanya nanti ia ke Brunei. Tapi sebelum atu kutanya dulu berapa pengerasnya sebab biasanya kalau kitani menuntut dari orang Brunei, pengerasnya atu inda melampau-lampau sebab durang tau ilmu atu Allah yang punya. Inda ia mau membaritau. Katanya boleh runding pasal pengeras atu sudah di Brunei nanti. Sampai di Brunei kutanya lagi berapa pengerasnya. Bukan pulang kan berkira usin dalam menuntut ilmu Allah ani tapi mana tau budget atu inda mencukupi untuk perbelanjaan keluarga sebulan. Teraniaya pulang karang keluarga. Inda jua ia mau membaritau. Katanya "wang mahar (pengeras), bisa dirunding". Suruhnya ikut serta dulu. Lepas atu mula tia membaca-baca kononnya untuk memasukkan ilmu atu kebadanku. Ilmu!
 ani bagus. Sudah kubaca segala risalah yang ada, semuanya menggunakan ayat-ayat Al Quran. Selepas ia memasukkan ilmunya atu dimintanya aku berjabat dengannya. Dipegangnya tanganku kuat-kuat lepas atu baru ia membaritau pengerasnya atu $1000, tapi boleh bayar ansur-ansur. Edeh! patut jua ia inda mau membaritau awal-awal. Takut orang inda jadi bergurukan ia. Diri mati-matian sebulan kan mendapatkan $1000, ia kan sanang-sanang saja. Dilihatnya mataku banar-banar kononnya kan menakuti. Peliknya aku mengangguk walaupun dalam hati inda menerima. Kulihat dalam risalahnya atu ada 100 jenis ilmu. Kubayar $50 dulu sebab atu saja yg ku mampu. Lepas atu diajarnya tah aku 5 ilmu saja dulu. KEPELIKAN YANG KETARA. Pertama, semua ilmu yang diajarkannya mau menjadi didepannya. Tapi kalau dibuat dirumah, inda tia mau. Ada lagi main cucuk badan dengan jarum. Ada satu air yang dikatakannya asid. Surunya ku membaca amalan pendinding dulu lepas atu tuangnya asid atu kedalam gayung plastik. Kelua!
r asap tabun-tabun yang berbau. Lepas atu suruhnya ku rendam tangan dalamnya. Masa atu ia lari kedapur. Kenapa ?. Tanganku inda apa-apa macam atu jua dengan gayung plastik atu. Mungkin gayung atu pun ada menuntut ilmu kebal. Asid apa namanya ni ?. Kedua, masa mengajar ilmu pendinding isteri, ia memegang bahu biniku (tanpa izin) atas alasan memberi pertunjuk. Ketiga, ia banar2 menyuruh aku memasang pendinding arah pintu. Kalau belum buat, marah ia. Nya orang, kalau sudah ku memasang pendinding yng diajarkannya atu, ia boleh mengesan dimana aku tinggal. Keempat, ia banar2 kan berjumpa dengan ibubapaku kononnya untuk silaturrahim lepas atu kan tinggal bermalam arahku. Inda kudapat membawa sebab aku sendiri kira masih menumpang rumah orang tua. Penumpang mana dapat menumpangkan orang lain lagi. Kelima, minta bawa ke JP untuk main High Tower, Pirate dan sebagainya atas alasan untuk menguji keberanian anak muridnya. Keenam, masuk saja keBrunei disungai tujuh,Belait terus telefon k!
ami (anak muridnya), minta aga (ambil) disana. Kalau kena tahan imigresen, ia suruh kami mengeluarkan duit untuk visanya supaya boleh masuk. Ketujuh, kan kawin tapi inda beusin. Disuruhnya kami membayar baki mahar yang katanya dianggap sebagai hutang. Hutang apa ? Apa barang yang kami beli ? Baru ajar sikit sudah tia meminta dibayar habis. Kalau inda berusin disuruhnya aku berhutang arah sanak saudara untuk membayar habis mahar (pengeras) atu. Setahuku pengeras ani dibayar kalau sudah tamat belajar. Inda taulah kalau perguruan lain. Masa atu katanya baru 6 orang yang belajar ilmu darinya. Kononnya lagi Sultan kitani ada menuntut ilmu dari salah saorang guru perguruan durang. Pada pendapatku sendiri ilmu perguruan ani bagus tapi gurunya ani nampak bermasalah sikit. Berkali2 ia menyebut menyuruh TAATKAN GURU. Taat apa mun sudah terpaksa jadi ulun kesana kemari, sesuka hatinya meminta usin orang, digunakannya kami ani macam hambanya. Akhirnya kutinggalkan tia perguruan atu. Ind!
a batah disuruhnya kawanku yang jua jadi anak muridnya menelefon kediaku suruh datang belajar dan bawa USIN PENGERAS $950 lagi. Kononnya aku berhutang $1000 arahnya. Hutang apa ? ilmu pun belum habis diajarkannya. Baru jua 5 jenis. Arah risalahnya ada 100 jenis tapi katanya ada sambungan lagi. Baik jua ku inda membaritau dimana rumahku kalau inda kerumah tia menuntut USIN. Berita terakhir yang kudengar PAK GURU muda ani jadi imam diKg. Peramu. Macamana orang asing ani boleh jadi imam, entahlah. sekali aku ke JP hari atu terjumpaku siguru ani dengan anakmuridnya. Simurid ani dengan bininya berjalan tunduk macam orang ditimpa malang. Penuntut ilmu 19.09.2002
Only Linked road and it's darn dangerous: This happened on 24th August.,2002 at around 12:30pm while I was on my way back from Gadong to Lumut, Belait District. It was raining that night and I was traveling around 60 to 80 km per hour. My wife and the children were too tired and they were sleeping in the car. I was wide-awake when this incident happened. When we crossed the road at KM42, Jalan Belait - Tutong, Kg Sg Paku, Tutong, I got the shock of my life when suddenly my car skidded off the road and almost faced a fatal accident. I was really scared for the life of my family. I don't know who to complain to regarding this problem until I read the BB dated 30thAugust.,2002 and it says "Report to the Borneo Bulletin,"  Pehin Dato Haji Awang Isa, the Special Adviser to His Majesty the Sultan cum the Home Affairs Minister, candidly advised a local reporter of News Express newspaper who claimed the salaries of journalists were not paid for the past two months. I think I give it a try to share my mishap here in! this Opinion Column. The road at KM42, Kg Sungai Paku, Tutong is considered to be hazardous area due to the fact that this area is where sand mining takes place. The sand from the hills always flow to the road if it is raining heavily. The rain was very heavy that night. It was a very dangerous condition to any driver who uses the road. This is the only road that links to Belait District.  The road level at the area is lower then the road shoulder therefore water stays stagnant for few hours sometime when it is raining.  Put yourself in my position and imagine that you were driving at 60km or at any speed suddenly your car skidded. It was really a scary situation. I was lucky no car was around at that time otherwise it would have been a disaster as my car swung like 180 degree in the middle of the road. At that time I panicked and prayed to god nothing would happen to my family. I don't know what to think if anything happened them.  How do u react if this thing happened to you?  I was lucky I'm still alive to tell my story. The road at KM42 is a long stretch road and road users bounce to drive fast. Without proper streetlights only worsen the condition. I'm just happy and thankful to god that my families are all right. I don't know whom to blame on this matter but I would like to voice my question to the relevant authorities, why No action was taken to improve the safety of the road conditions? I understand that last year accident happened at that area and a youth was pronounced dead. And to my understanding as well, complained was ever brought up at this media but nothing seem to be done about it. The Land Office should take more interest on the safety of the road user at that particular area since they are the department who issued the permit to the mine operators to run their business there. Don't just collect revenue and let others suffer the consequences. I really want the relevant authorities to look into this matter seriously because the road is really accident-prone area. If your care to refer to Tutong police Station, you can learn how many casualties happened in that area since the operation of the mining industry. I have nothing against development in Brunei but at least do it properly without jeopardizing others life. Do these fatalities not concern the relevant authorities or does it take more life to make them see the danger? Org Kampong concern 19.09.2002
United Nations Organisation: Lend your support for NELSON MANDELLA for Secretary General Of United Nations. We need the world to change. Supporter for an ideal world and for world peace. Supporter 18.09.2002*
RTB: RTB most likely deserves its broadcasting award for Human Resources Development. There's been a fair bit of coverage in the newspapers on its training centre which is conducting courses in scriptwriting, directing, presenting, etc.  In other words, training people to a quality standard for future use in all areas. But how soon before we see the results on our screens and on the airwaves? Time will tell..In the meantime, there are improvements, which could be made - radio DJ's should go on an intensive brush up course - same goes for other presenters on screen and radio, to bring them up to international standards.  The news programmes are frequently full of grammatical and technical errors - which sometimes provide us with much amusement as well. Locally written, acted and produced programs and dramas leave much to be desired in their entertainment quality compared with those from overseas. Unless, RTB opens itself up to major change and new ideas - it will always be lacking a decent size audience. Saya 18.09.2002*
to guru agama: a'kum, kalau yang dimaksudkan dalam statement kita ialah "SEBAHAGIAN GURU AGAMA BARU GATAL" dengan menggunakan perkataan "GURU AGAMA BARU GATAL" (tanpa menyebut SEBAHAGIAN), secara terang2an kediaku menyatakan bahawa ani satu statement yang inda adil dan tepat. perbezaannya jelas diantara statement yang disebut " SEBAHAGIAN " dengan statement tanpa disebut " SEBAHAGIAN ". kalau lah bagi biskita inda ada perbezaan, mengapa kita mengomen statement yang lalu yang seolah2 menghukum secara umum guru ugama ani gatal2 ???? bukankah nya biskita yang difahami adalah sebahagian nya sahaja (walaupun tanpa menyebut SEBAHAGIAN)??? P/S: teringat dengan hadith Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: " Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam " (hadith riwayat Bukhari dan Muslim). Imam Syafi'e menyatakan: Makna Hadith ani ialah apabila seorang hendak berkata hendaklah ia berfikir. Bila ternyata tidak ada bahaya atasnya, berkatalah. Tetapi bila ternyata sebaliknya, diamlah. (sekadar untuk renungan bersama) an-nur 18.09.2002*
OGDC organising committes sucks: Opening of OGDC (Oil& Gas Discovery Center) last Saturday really sucks! The organiser was sucks! HD berkonon kan melihatkan semangat patriotik tetapi look up and the OGDC Shell logo. Where is the BRUNEI’s name gone to?  There was only a naked Shell logo. It was supposed to be named as"BRUNEI SHELL PETROLEUM" and the logo. We as the Brunei Shell Petroleum workers and rakyat of Brunei deserved to be invited to the OGDC opening ceremonies to greet His Majesty the Sultan but were not be invited and to be seated on the tents as a VIP guest but again not to attend for the catered food which was never enough even for those unlucky participants. What a shame? Is this how our dedicated patriot Bruneians run and organise functions. I was really dumbstruck like been stuck by a lightning when question was asked to me by my expat friends and neighbours. The horrible question was "why were you not invited to the opening ceremonies of the OGDC to greet the HM since you are one of the BSP staffs and it’s your Sultan coming down to town? Later on Monday morning this same friend came to me and says 'Hey did you watch television last nite on the opening ceremonies, there's not a lot of the rakyat to greet your HM while he was in town. Where's everybody? Ain’t every staff invited to greet him? It was really a slap on my face and my answer was "Nobody was invited except for our VIP and selected staffs and everybody was busy doing 19 Holes in Panaga and Pulau Melayu golf course and they really enjoyed their weakened. This really sucks and angers me as a Bruneian! Where are the Bruneian Malay values?????? Keldai steel 18.09.2002*
Insider: Excuse me! Why are you placing your comments here then? As far as I am concerned, BB practices accountable and responsible reporting unlike its competitor. Have you seen any retraction or admission of error on the other local paper? Diago 18.09.2002*
Brudirect & BB have low standards!: Borneo Bulletin & Brudirect you should hang yourself in shame! Your coverage of the Avesta (or should I say the public defamation of News Express) is unprofessional, biased, revengeful, childish, amateurish, pathetic, crap and boring to name a few. OK you two people may not be sending Hari Raya cards to each other but why would you stoop so low to put their inevitable road to death on a daily basis. People know there was (and still is) a war between the two of you. Besides, haven't you embarrassed them enough already? What would Ignatius, Rosli or Malai feel if their face keep on coming out on News Express? Remember every dog has its day, and who knows maybe it will be Borneo Bulletin's people who will be hung in shame next time! Things move in mysterious ways you know! Personally I don't like News Express either because they are actually crap (plus they misspelt me as a binte instead of a bin the other day). But I don't write to Brudirect or Bruclass everyday moaning and bitching about them (I have higher standards!). You yourself are not perfect either Borneo Bulletin and I can spot blunders on your supposed superior newspaper on a daily basis. So lay low on you insults please. You could be next you know. Insider insider@insider.com 18.09.2002
RTB: To :Raddioo....cali jua kita ani ah....membari komen konon2 inda suka dangar rangkaian lain..hanya mendengar rangkaian harmoni saja.tapi tau jua kita pasal rancangan rambang2 kuasi...menunjukkan kita mendangar rangkaian pelangi....lain kali kalau kan menulis atu,bisai2...berfikir dulu..baru menulis isi nya. brite brite@yahoo.com 18.09.2002
DJ: Kadang-kadang mendangar luahan komplaint orang terhadap kemampuan DJ kitani, mambari kesian jua dan kadang-kadang it's unfair jua to blame on them saja. Untuk menjadi seorang DJ yang berjaya bukan saja sekadar mempunyai suara yang baik, tapi ia lebih daripada itu...banyak persiapan dibuat seperti perancangan, research dan sebagainya. Tapi yang penting ialah bagaimana DJ tersebut boleh membawa para pendengar tertarik dengan secara LIVE. Ini adalah skil dan kebolehan secara semula jadi yang perlu ada pada seorang DJ sebagai seorang penghibur dan pemberi maklumat. So..... myself sebagai pemerhati luar hanya dapat menyeru kepada semua..kalau ada sekiranya orang kitani mempunyai kebolehan dan kemampuan sebagai DJ, sila tampil ke depan and sell yourself to the organization. After all, semua nya ini adalah kebaikan pendengar radio jua. Ronaldjut 18.09.2002
Lacking will power: An open letter to Pehin Rahman, Minister of Primary Resources and Industry, congratulations on the remark you made. It’s not the lacking of will power perhaps you should realise by now it is the bureaucratic system which is killing the entrepreneurship spirit. I quote here a good example of the problem faced. An SME if it qualifies but I call it a Kachang Puteh business, decides to establish a tuition school, an application was submitted to the relevant authority six months ago and the application is still pending. The SME decided to call at the relevant dept and was told they have not received any feedback !!! No wonder investor is shunning away from Brunei.
 PR before making any remark suggest you look at the core problems first and I also urge you to look at your family business. It is common knowledge that REDA has their fingers in quite a lot of business. We are not complaining but it seems all applications submit by REDA seem to get the approval with ease.
   Chakap baik2 PR , you have been appointed as a minister for the 18 years but what we see and read that you have been attending meeting after meetings , traveling 1st Class and staying at %stars hotel , with no result. Mana tia pelaburan yang boleh di anggah yang memberi perkerjaan kepada orang kitani. Nothing all talk , all the glamour and the waste of Govt money only Anak Gasing uchipal@hotmail.com 18.09.2002
Re: RBA Excess Baggage: To Mahmud.  I don't fully blame the duty officer, in spite of his indecisiveness as I felt if I was in his shoes I would unfortunately be forced to do the same thing.  You see, if the duty officer still remained insistent that the man was to be charged for the excess, eventually he would find somebody else he knew and managed to somehow turn things around to his advantage.  At the end of the day, we should start losing this policy of double standards, as you say.  If RBA, or the government organisations for that matter, want people to respect and follow their rules, they should stop practicing these 'double standards'. Kalau saudara, buat inda tau tah tu.  Kalau anak Pehin anak Dato, buat inda tahu tia tu. Macamana tah kan maju negara kalau macamatu?
I do however disagree with Rosli Abidin Yahya (the reporter) on one part of his article- The man definitely DID NOT WIN.  If embarrassing yourself and being the talk of the country for your embarrassing antics and rampage is called a victory, then I am the absolute loser in Brunei! MAT!! awg_md_2@hotmail.com 18.09.2002
Guru ugama baru GATAL: Kepada Wizurai, macamana kan mereport hal atu arah guru besar, sebab ia atu tah yang gatal. Keh keh keh.. Murid yang kena iski oleh GB (Guru Besar) ani pun hebohkan sana-sini arah kawannya. Yang jadi mangsa bukan saorang murid saja. Sekali nah..sudah heboh dikalangan murid mengadu tia kononnya kena fitnah. Aku mendangar kurapaknya pun kan ketawa. Bagi yang inda pernah melihat hal ani khususnya orang-orang tertentu disini sudah tentu hanya akan bercakap senang. Kan menasihati ketua ani bukan semudah membaca ABC. Karang diri pulang dikarasinya. Kan dikeluarkan Firman dan Hadis pun ia sendiri (mungkin) tahu. Tapi dibuatnya jua. Bermakna ia ada keinginan membuat perbuatan (dalam kes ani GATAL) atu walaupun ia tahu hukumnya. Payah kan melarang orang macam ani. Macam melarang orang yang masih main bola sedangkan Imam sudah membaca Tahiyat Awal waktu solat maghrib. Macam2 alasan durang. Mencegah kemungkaran ani inda semestinya arah sipelakunya saja. Nasihati jua murid supaya mengelakkan sesuatu perkara yang boleh menyebabkan timbul GATAL siCikgu atu. Umpama mencegah suatu penyakit berjangkit. Kalau mendedahkan diri pada tempat/orang yang berpenyakit sudah tentu kitani pun akan kejangkitan jua. Selain daripada menasihati pesakit, nasihati jua orang yg sihat. MENCEGAH ADALAH LEBIH BAIK DARIPADA MERAWAT. Pada komenku yang lalu aku terlupa menambah perkataan "sebahagian" dalam guru ugama YANG BARU KELUAR. Sebab bukan semua orang boleh faham kalau perkataan "sebahagian" ani inda ditulis. Hanya SEBAHAGIAN saja yang faham dan memuhasabahkan dirinya. P/S: Yang penting, kitani sudah menasihat dan terlepas dari dosa. Guru Ugama 18.09.2002
Radio Brunei: Aku suka rangkaian Harmoni...94.1fm...seok...para juruhebahnya...semuanya...memberi nyaman hati mendangar...banyak lagi rancangan nostalgia...rangkaian lain...minta mahaaap...aku mendangar pun kusut...beolah bah...baik laki² dan bini²nya...kepada para kaki tangan rangkai Harmoni...Syabaaasss!!!kalau dapat abis kita masukkan rambang² kuasi dalam rancangan abis kita...baru tah ultimate tuuu your net work atu.... Radiiooooo 18.09.2002
Memandu di Hiway SHHB: "IKUT KIRI KALAU TIDAK MEMOTONG"...aku stress dan kereta ku pun stress...kan memotong sebalah kanan...ada tia orang menjalankan kereta perlahan sebalah kanan jalan atu...apa seoknya jalan pelahan sebalah kanan atu kan??? cuba tah baca papan tanda di pinggir jalan atu!!! sekali yang selalunya di marah orang drive terlalu ampir menuntum kereta durang...di ucapkan kurang ajar...pikirkan tah...jangan tah luan mementingkan diri sendiri ani...karang sudah ampir arah junction durang...baru tia sebuk masuk ke kiri jalan atuuu...seok kah...menyakiti hati orang ani??? Stress driver 18.09.2002
Jemaah Islamiyah: With the problems we are facing with the efficiency of our country's incompetent Police Department, who needs the threat from terrorism?  Attitude? Excuse me, can u refresh me when was the last time they list or warn the public about any terror organisation that might probably exist in our country...wonder if they care..o..sorry they’re busy with the upcoming football league or tarik kalat event or WHATEVER!! Well, in fact I think we might probably need these 'terror' groups in our country, u want to know why? Maybe with them around, the Police might have something useful to do, that is to protect the citizens or maybe start to fear for their lives? These people DO KILL u know... Awg Ramli viper4646@yahoo.com 18.09.2002
peniaga tempatam kurang semangat: hairan ku Malay Chambers inda merespon komen PR atu, seolah-olah banar, termasuk tah Chambers lain. Siapa advisor nya PR atu macam tidur nya selama ani..manakan terlampau mendangar kawan bisnes rapit nya yang tinggal diluar negeri..Tim Ong. Orang brunei ani pasal taking peluang berniaga nombor satu..contoh - kedai makan industri Anggerek Desa, sewa Kerajaan $60 disewakan balik ke orang Indonesia dan kaling $800 sebulan..tempat lain,Beribi,KB, semua sama. Kalau tah banar orang kitani inda semangat, lihat kompani Kerajaan yang dijaga olih PR sebagai Menteri..Semaun..successful kah ? Kan membuat crystal (apa,di Malaysia)-untuk kebaikan ekonomi kitani kah tu? Jangan cakap inda tantu, diri atu Menteri, patut dihormati. Biskita yang membimbing kalau rakyat ani inda lurus..ani dimarahi, inda lagi betul. Kalau kan kena bungkar bisnes anak bini bah, malu saja-yang  inda bolih jadi ok....semua tah karang membayar paid-up capital .. baik jua Brunei ani indada pilihan raya.. rakyat sedih 17.09.2002*
RBA excess baggage: It’s a shame the duty officer was not decisive enough in handling his job. This lack of firmness & double standards will bring RBA nowhere & I am not surprised it will be insolvent in the near future. Where does RBA get their revenue?? The officer to my mind failed to protect RBA's financial integrity. To the passenger & father involved you are such an irrational human beings. Mahmud 17.09.2002*
DJs Rangkaian Pelangi!: Arrggghhh! memang burriing mendangar Rangkaian Pelangi! Kan semua DJ-DJnya burrinnggg! aku lama udahku inda mau mendangar tu Rangkaian atu... Yang paling HOT ku dangar baru-baru ani one of the DJ telah melahirkan ANAK sebelum bernikah! Alamak! yatah kan dijadikan contoh masyarakat ni? Mun sendiri pun SELAHAU? Kantut la... 17.09.2002*
Careless drivers: I would like to like to comment regarding road safety nowadays. I have encountered a lot of drivers who are driving too close to the car in front which it is not safe. Some drivers are driving too slowly which, will make the drivers at the back, lose their patience. I hope the police could do something about the careless drivers nowadays. Nurul Aini Abdullah azrafarhana@hotmail.com 17.09.2002
Peingat: MSD oh MSD tolong tah abis kita spot chek banar-banar abis diurang ani terutama sekali tah ketuanya atu jangan pulang abis kita rujuh-rujuh saja, kami ani puas sudah kana marahi pasal lambat sedikit datang keraja,  terlambat sedikit pun jadi kemarahan apatah lagi kalau inda datang keraja sama sekali, ketua atu sama saja megapakan abis dia atu suka pedulikan hal orang berdosa bah walaupun makan gaji yang halal. bora borah 98 17.09.2002*
DJ Zura N Dafy: Aku ani suka mendangar Rangkaian Pelangi tapi once dj nya czura or cdafy tarus tah ku tukar ke rangkaian lain tu bukan plng ganya durang dua ani bagi ku nda layak jadi dj TEROVER SANGAT jadinya ubah tah cara penyampaian atu buliiihhhh......... jan capi2 n talk nonsence ok 2. Jan maree. Boring 17.09.2002*
CUAI: Pertanyaan ku ani ku tujukan arah bank2 b Brunei ani. Adakah boleh seseorang atu mengeluarkan duit tanpa menunjukkan kad pengenalan dan mengunakan sain yang inda sama, sebabnya ada ku tedangar org atu mengeluarkan duit pakai buku bank org lain dan pekerja bank inda minta kad pengenalan yg mengambil dan tarus saja d baginya duit atu arah org tadi. Boleh jelaskankah tu? Ambulung Dingin 17.09.2002*
Screaming at the airport: I totally agree with Mat!!  Shame on you, how could you be so arrogant in dealing with our national air carrier.  You are sending your son off to UK to study not to fence.  Try doing that to other airlines wonder what action they will take.  Probably won’t even let your son board the plane and you escorted out by police for rowdy behaviour.  Is this what you want your son to be, following daddy's footsteps?  You should make public statement to apologise for your uncivilised actions, not make excuses.  For all we know there can be no excuse for the mess you made.  We don’t want our beloved country to be infested with people like you, who think they are above the law.  Who do you think you are!!  Inda tahu malu!! Irritated 17.09.2002*
I agree with U, kucing betanduk: About DJ DJ RADIO BRUNEI..... Cakapnya bukan main, kan becakap Malaysia, tapi kadangnya inda jua belurus, campur aduk jua dengan cakap Brunei.. Lain plg bunyinya.... Cubatah try cakap macam biasa saja... Cakap standard Malay is OK, jgn plg teluan MalaysiA.... Like apa jadi APER, etc..... It sounds awkward!! & ada jua DJ yg perasan steady Englishnya, tapi macam inda jua betantu.... SOme of them speak bad English, really hate to hear sometimes... Beri sasak bah... Lating lagi tu... Cubatah improve kah... DOnt u have any training kah untuk mengupgrade your DJ skills.... MaYaMeLaTi 17.09.2002*
RTB: Some times I found it's very funny, despite complaints and dissatisfaction voiced out from the local viewers, RTB has won the Asia Pacific Institute for Broadcasting Development Award for Human Resource Development Category for the year 2002. If I not mistaken this has been announced yesterday. How and what do you all think about this? It's open for discussion. Bang Arab 17.09.2002*
RTB oh RTB: Does anybody out there pay attention to what is happening in Rampai Pagi - especially the 6am - 8am slot? Nombor satu the penyampais' are a diverse lot, from very good, to moderate to extremely bad commentators. Aku harap-harap sangat tah ada orang RTB membaca ni. I want it out in the open sebab kalau ku tulis surat membuat komen-komen konstruktif, for sure bisdurang panyap surat ku atu dalam file miscellanous, never to be seen again. Ok back to Rampai Pagi. Ku liat bisdurang memilih morning show ani, inda ada standard. Could one of the criterias be, -asal pandai becakap. Any sort of nonsense can come out of their mouths, asal ada suara. The good ones, Sharina Suhaimi - but she spreads herself too thin that now i get to see her everytime i switch on the TV. Hj. Bahmin, Helen Thu, Hjh. Jamilah, Pg. Sharifuddin - ok lah but he can be irritating at times, Hj. Daud Metarsad and ada sorang yang quite good tapi i dont' see him anymore. Hj. Taha. I have a feeling ia inda membuat rampai pagi lagi. If he's not in rampai pagi for his own reasons, then fine. But, kalau ia inda ada di rampai pagi sebab inda kana sambung, then the decision makers for rampai pagi has made a big mistake. He's very good. Doesn't talk much but very straight forward and makes valid and interesting comments and asks intelligent questions. Penyampai yang teruk tapi mukanya masih depan TV - Dk. Rusimah, Hanafiah, Hj. Zaini, Abdullah Suhaili - ada lagi la tapi i can't remember all. Need I say more about these people? Banyak cakap nonsense and they don't know when to stop. tapi bisdurang ani pulang yang selalu depan TV. Bisdurang ani apanah, orang melayu tapi cakap melayu pun inda lurus. banyak kan di edit cakapnya tu.  I just don't understand the politics and i know its politics that are keeping these people on TV.(the-ampu-type politics). banyak lagi lah penyampai tapi i just remember these few good and bad ones. Cuba tah RTB, it's OK for you to spot the good ones yang ada potential, i'm not saying that these people no hope, it's difficult to get up depan TV and pretend to talk to the public whilst sebenarnya u r talking to a camera. Tapi kalau ada orang yang need help, train them for goodness sake and if u must, send them for attachment, ke selamat pagi malaysia kah, ke TV3 kah. TV3 ada jua training academy. barangkali semua orang rtb atu should go for training luar negeri. buka minda sedikit. jgn training dalam negeri sahaja. They  very narrow-minded and out for his own good only.

Ceramah Ugama section - Previously kalau ceramah ugama is on, pemceramah gets to say his piece for the next 30 minutes and kalau inda cukup masa, he gets to extend his topic the next time he's invited. Lately, I have noticed that the speaker has only gotten into the moment, belum banyak isi lagi, sudah tia kana interrupt by the Penyampai (because of questions from orang ramai), sekali this penceramah, not to be rude, terpaksa tah berenti tengah ceramah untuk menjawab soalan. So, bila ia kan menyambung balik, hilang tia point penceramah. and as for me the listener, it is upsetting and irritating because as a listener, I never got from point A to B. baik tah ku cari channel ceramah TV3, dapat jua Dr. Hj.Fadzillah Kamsah. khusyuk lagi mendengar & meliat. RTB, do you really want that to happen? Kalau ceramah atu, biar tia menghabiskan hujah-hujah nya dulu bah baru tah pick the finer points from that to make into questions. Ani inda. akhirnya ceramah atu jadi kosong. kalau kan phone-in, an-nur ada. radio phone-in ada. Why spoil something good?

My reason for doing this? For us to think about it together. After all, RTB is the only station in Brunei from TV to Radio. And as for that, I would like to talk about it with pride, but how can I when there are obvious improvements need to be made. Barangkali RTB employs the latest technology, but let me ask you this, as a TV and Radio sttion, what is most essential other than your tools? Your people of course. Because they r reflections of the whole organisation. If your people inda ada standard, apa kan orang liat? Then what will happen? You get somebody like me to say things. RTB comes across as rigid and unchangeable in the most unflattering manner. And when you do try to change, you fumble. Open your eyes RTB to the infinite possibilities. Wassalam umyra 17.09.2002*
Excess baggage airport: Kejadian di BI Airpot atu memberi malu, sepatutnya kalau ia memerlukan exemption boleh meminta melalui saluran tertentu, kerajaan akan sentiasa memberi pertimbangan. Tetapi kalau diaku jadi pegawai yang bertugas masa atu, diaku tidak akan memberi pertimbangan kerana menjalankan tugas ku. Kalau ia meminta dengan baik mungkin akan ku pertimbangkan tetapi bukan cara kasar. pemerhati 17.09.2002*
Peniaga tempatan Kurang semangat: Peniaga tempatan Kurang semangat
BANDAR SERI BEGAWAN, Ahad - Menteri Perindustrian dan Sumber-sumber Utama, Pehin Dato Awang Haji Abdul Rahman Haji Mohd. Taib hari ini menyelar masyarakat usahawan tempatan dengan berkata sektor perniagaan di negara ini kurang semangat dalam membangunkan ekonomi negara.
Sebenar nya bukan nya kurang semangat, kau nda ko tau tu rahman,
orang basar2 saja kan monopoli perniagaan di brunei ani
mun tabuat orang bawahan ( jarih2 ) baru buka sikit saja udah tia ani tah atu tah inda dapat. camana orang kitani kan maju. peniaga sendiri 17.09.2002*
INDUNG CUAI: Bukan pulang kan menyibuk ah tapi apa yang selalu ku peratikan masa ku drive ke mana saja ada setengah indung yang membiarkan anaknya dalam umur 2-6 tahun catulah ah mengeluarkan kepalanya inda bisdurang atu ingaukah ah palis-palis mun tegugur bah nauzubilah,jadinya kepada indung2 yg macam atu ubah tah sikap inda PENGINGAU atu mun bemara anak atu,sendiri yang karang menyasal.SAYANGILAH KELUARGA. ok atu saja kali ah. PENGINGAU 17.09.2002*
Rage Over Son's Excess Baggage: Passengers travelling on Economy Class are allocated 20kg when they fly from Brunei to UK. Analysing the latest article shows that RBA kindly provided another 5kg free if you are a student.  However, the son had another EIGHT(8) kg ON TOP OF THIS and RBA wanted to charge only 3kg excess.  It doesn't actually take a nuclear scientist to work out the mathematics that paying for 3kg excess is better than paying for the initial 13kg (or with RBA being kind, 8kg) excess.  I don't think the clarification of the father had done any good.  By his rationale, because his son was 'a fencer who was praised for his performance', he should have been given 3kg (for the fencing equipment) for free ON TOP OF THE 5KG GIVEN FREE!  Let's not forget the fact that his son is A STUDENT IN THE UK SPONSORED BY THE GOVERNMENT TO STUDY. Using that rationale, does this mean a student who is a good artist gets 2kg free for his drawing equipment, a student who is a good golfer gets 25kg free for his clubs, a student who is a good go-cart racer gets 100kg free for his go-cart, and a student who is a good snooker player gets 200kg free for his snooker table???  His explanation has clearly took him out of the frying pan and into the fire.  This way of thinking can easily be summarised into two embarrassing aspects which are still practiced by some folks in Brunei- 1.Fists, arguments and black magic hocus pocus is the way of success in Brunei, and 2.Make or break rules in order to suit you. 

To that father of the student-cum-fencer- Remind yourself what His Majesty's Government has paid him to do - to study or to fence?

To RBA- You are a business with the aim of profit.  Start acting like one and stop giving people who can argue, or your employer’s relatives, benefits where they shouldn't be receiving!! MAT!! awg_md_2@hotmail.com 17.09.2002*
MIPR Minister: I must 'congratulate' the Minister of MIPR for his comment on business people in Brunei. 'Well done' Sir, you have just KILLED the opportunity for Brunei Businessmen to bring in investors through joint ventures with foreign companies into Brunei Darussalam. You have also just KILLED the Brunei Business people visions to bring in transfer of technologies to our future generations. You have just KILLED the effort of His Majesty the Sultan visions to diversify the Brunei Darussalam's economy. Brunei will then stay forever as 'the land of civil servants'. What you have commented will definitely keep foreign investors away from Brunei. Foreign investors will not trust Bruneians businessmen. 'CONGRATULATION' Sir, but, please do not say this again. You really do need a good PR Consultant.  Dying Business 16.09.2002*
Iraq vs USA/UK: The world says resolve the Iraqi conflict with diplomatic means. No doubt about that. It is very clear. So George and Blair have to listen to the world opinion. Should there be a war with Iraq that will be the end of United Nations Organisation. There was a League of Nations before the WW11. It ended after the war broke. Bush is a scared man. He was against the International Court of Justice formed at the Heague, his reason was that he would not like to have any Yankee soldiers brought to this court of justice. What he really means was that, all Americans including himself (highest commander of American Arm Forces) must have immunity from this court. He is demanding that all Americans are above the law. Invading Iraq without any confirmed claimed he made, will make him responsible for the act of aggression and liable for prosecution by the International Court of Justice. NO, USA will not invade Iraq. They need a devil in Middle East to generate revenue from their sales of weapons to their allies in the region. If there is a real peace in Middle East, there will be no reasons for buying arms. There is no cause for alarm. This is politics. Bush wants another term in office to make him on par with Clinton, one of the most popular Presidents America ever had. He wants to be in History. I cannot say much about Tony Blair, except, please keep loving and make more babies. Anti whatever war 16.09.2002*
Jangan tah luan belabih cakap ani: Pehin, pehin, jangan tah luan kan belabih mambari ucapan padal peniaga di negara ani yang kononnya kurang will power. Dicakapkan karang kau jua yang paling pandai dan pintar sama konco-konco mu atu. Yang baiknya miani saja tah, kami kan melihat 'will power' mu turun dari kursi mu atu.  Barikan tia arah orang lain yang labih muda, luas pengetahuan dalam investment dalam negara dan di peringkat antarabangsa. Bukan macam kau yang ganya tau cakap atu. Kalau udah pegawai-pegawai kerajaan yang membarikan kursus berniaga pun merasa sasak dengan polisi-polisi yang ada dan restriction yang diaturkan, walau sekuat mana will power orang atu, inda kan menjadi. Kalau macam cara mu atu, bisnis basar pun boleh runtuh, apalagi kami yang modal sasak ani. Jangan tah banyak cakap angin atu, pencen tah. samla8692 samla8692@yahoo.com 16.09.2002*

Masalah Guru Agama & Umrah: A'kum! ada beberapa perkara yg kan di sampaikan di sini. Pertama, berkenaan dengan Guru Ugama ( atau guru agama yang baru keluar ) yang dikatakan salahau menggatali murid!!!! Persoalan saya, mengapa seorang guru agama saja yang melakukan kesalahan atu tetapi yang dihukum seolah2 semua guru agama. apakah penilaian seumpama ani adil bagi biskita??? macamatu jua sepertimana yang dikatakan oleh GURU AGAMA (salah seorang penulis HAVE YOUR SAY) yang kononnya cuba meluruskan statement sebelumnya, tetapi ia jua sebenarnya menghukum secara umum umpamanya beliau mencadangkan supaya ditambah saja perkataan " YANG BARU KELUAR ", persoalan saya adakah semua guru agama yang baru keluar macam miatu??? Bagi saya ani satu penilaian yang inda adil. Penilaian yang macam ani tah yang dilakukan sekarang ani oleh kebanyakkan orientalis barat yang cuba mengaitkan Islam dengan Keganasan!!! kerana bagi mereka yang melakukan keganasan 11.9.2001 atu adalah org2 Islam. Dari atu mereka ani menghukum bahawa semua orang Islam ani adalah penganjur keganasan. So, adakah abiskita setuju dengan statement miatu?? Dalam Islam, yang dihukum hanyalah orang yang melakukan sesuatu dosa, adapun mereka yang tinggal bersama kedia, sejawatan kah atau sekeluarga mereka ani inda tepalit dengan dosa yang dilakukan oleh orang perseorangan atu tadi. Sebagai contoh, adakah anak zina akan menerima hukuman di dunia atau di akhirat nanti?? jelas dalam Islam anak ani inda bedosa, yang bedosa ialah ibu bapanya, dan yang akan menerima hukuman juga ibu bapanya. Contoh lain, kalau salah seorang adi beradi kita mencuri, adakah semua keluarga kitani boleh dikatakan pencuri??? kalau salah seorang keluarga kitani pembunuh, adakah adil dihukumkan bahawa semua keluarga kitani ani adalah pembunuh??? tentu sekali inda adil.. Oleh atu, jangan tah kitani menghukum secara umum hanya kerana seorang dari mereka ani melakukan perkara yang inda baik atu. Ada baiknya kitani nasihatkan saja kedidia, tanpamengheboh2kan arah umum untuk menjaga nama baik guru agama. Yang kedua berkenaan dengan Umrah, saya setuju dengan beberapa statement yang mencadangkan kepada mereka yang balik2 umrah ani supaya mesedekahkan duitnya kepada orang2 fakir dan miskin. ya, bagi saya ani lebih baik. kalau inda ada orang macamani di Brunei (tapi saya percaya memang ada), saudara2 Islam kitani di luar negara ada yang memerlukan tu. Dan anjuran macamani tah jua yang ku dangar dari khutbah2 Jumaat di luar negara. kerana balik2 mengerjakan umrah atu bukannya wajib. sedangkan ada saudara2 Islam kitani ani sedang kelaparan bahkan ada yang mati kerana kemiskinan. Jadi lebih baik disedekahkan saja duit atu kepada mereka ani dari balik2 mengerjakan umrah balik2, apatah lagi ke sana atu tanpa niat yang suci. wassalam. p/s: cubalah sedaya upaya memuhasabah diri sendiri dulu, sebelum memuhasabah orang lain. (peringatan untuk diriku dan saudara2 Islam yang lain). an-Nur 16.09.2002* 

AAT Graduates, Hanged with no Hooks?: Hal ani banarnya amat menyakiti hati ku mungkin jua kawan-kawan sekelas ku dan intake selepas kami pun akan menyedarinya. AAT (Association of Accounting Technician) course ani di jalankan di Asean EC Management Centre di Brunei Darussalam Institute of Public Accountant(BICPA. 3 tahun kami semua mengikuti kursus ani dengan bayaran bukan jua calang-calang limpas jua 10K secara part time. as kami ani adalah 1st intake waktu atu diajar secara standard di Institute yang berdaftar dan kelulusan ani menjanjikan "World Recognise" diploma in accounting. bukannya sanang kan belajar waktu atu sudah tah lalh bekerja siang malam belajar lagi. 3 tahun bah masa ku rasanya ku bagikan arah pelajaran ku. Waktu aku dalam tahun 3 Institut kami pun cuba meminta arah "Standard Board" Kementerian Pendidikan, Kamu tau apa di bagitaunya arah Institut kami equivalentnya kelulusan kami atu is "Unqualified"?????. dulu semasa kami masuk kana bagi tau oleh BICPA kelulusan kami ani sama macam HND dan di newcastel U boleh masuk Third Year degree tapi sayang seribu kali sayang di Brunei ani kursus di bagi arah orang banyak eh tapi diiktiraf balum tau. Mungkin urang dalam Standard Board ani tidur kali ah ind adurang taukah kalau world sudah mengikhtiraf kenapa ketani ani masih belum tau atu kan kesian jua ah!!! jadi masa ani apa yang kami semua mau adalah pengiktirafan dari Badan penilai standard atu sorrylah kalau kami pakai cara cemani ani mungkin inda official usulnya tapi kalau di aga di sana pun payah saja kami menyuruh official kami dari UK menjumpai sama jua mengantulnya. kalau ada sipa-siapa di sini ani kenla abis durang atu kirim salam arah durang dan jangan menilai kelulusan urang atu yang bertaraf Professional cara urang buta menunjukan jalan sayangbah masa atu bukannya sedikit pengorbananya. please response....banguntah jangan tidur....assalamualaikum. Kulimpapat HMS 16.09.2002*
For The Great Development Of The Nation: I must say after reading the good news of the settlement of the debts of Amedeo, I am thankful to God that everything is settled for the good of the nation.  All the projects and the various plans for expansion of highways and motorway were for the benefit of everyone in line with what the modern society demands. A nation needs infrastructure to expand and provide good and healthy living standard for the people in line with new fast-moving IT world. Good planning and projects been carried out all for the benefit of the rakyaat and no one should doubt the good projects some of which are not at all enjoyed in the neighbouring states of Malaysia. Angrez Sandhu 16.09.2002*
Boring news: For goodness sake, there are more important issues in the world that should make it to the headlines.....Global warming, Debates on whether a war should be taken against Iraq, fair trade, human rights...the list is endless. Please move on Ignatius. Bored 16.09.2002*
Heated Airport Scene: I setuju sama you lah Barbados. Orang atu bukan saja ia malu, kitani yang mendengar cerita atu pun merasa malu. Banar nyamu tu, mun ia meminta bisai-bisai kena kesiani pulang. Eh eh apa perasaan anak nya tu ah semasa naik kapal RBA atu. Berapa kan sepatutnya kan di bayar nya excess 3 or 8 kg atu? Let’s say $50 sekilo 3 kg baru jua $150.  Tau berapa harga ia berteriak-teriak atu ?  Boleh lah... ayu 16.09.2002*
TOPIK YANG OUT: Untuk kulimpapat HMS dan yang sewaktu dengannya. Selaku salah seorang yang menggemari laman web ani, aku  lebih banyak membaca daripada menyumbangkan, ku rasa dapat menyelami apa yang dirasakan oleh kulimpapat hms. Aku bersimpati dengan beliau dan menyokong seratusperatus balasannya arah si tekuyong timba. Memang kitani merasa serbasalah bila bersua dengan orang yang macam si tekuyong ani. Kan diucapkan paloi-bodoh karang inda jua tesurong hati, walaupun inda ada perkataan lain yang layak. Durang ani seolah-olah sengaja mencari-cari point sekadar untuk dijadikan pertengkaran. Macam senghaja menyalahpahami  mesej yang sebenar. Samada sengaja memaluikan diri kah ataupun andangnya banar macam atu, pokoknya ketani menjadi serbasalah. Kan dibiarkan saja tanpa dibalas inda jua tahan hati - membari gerigitan bah. Dibalas karang semakin tia menjadi-jadi sampai kitani pun ikut-ikutan palui olehnya. Saya rasa orang2 macam Bullitten Kitani, Samla869, Rani, Maileey dan mereka yang sewaktu sudah pernah mengalaminya. Yang negatifnya kitani menjadi muak sampai menjadi "phobia" olehnya; garing kan membuka laman 'Have Your Say' ani lagi. Ahirnya kitani jua yang rugi kerana 'missing on' topik-topik atau perbincangan-perbincangan yang banar-banar berkualiti, bukan yang semata-mata berunsurkan "verbal abuse" atau yang mengungkit point-point yang remeh yang lari dari maksud utama yang asal. TAUPIK 16.09.2002*
To dpmmFC supporter: Banar pulang tu, kalau ada import, it will help pemain Brunei secara inda langsung... But, why not durang ani sekadar kana jadikan coach for ur favorite team (dpmm) atu saja kah? So, u juz got one import player, save budget jua... Atau inda payah sama sekali kah, since u said jua it doesnt make a difference ada or nada import, coz there are only 2-3 imports to help the team out.. Ani kan ber XN kamu ani... Kesian bah team lain, esp tah *ahem* muncit saja... Atu tah yg kamu ucap improve the local players..

Sorry ahh team *ahem* bercensored... Kesian bah kalau kan membocori rahsia ke khalayak ramai.. keh keh keh....

Soooo... pikir2 kan lah ahh.... Ani pun pelawanan for brunei. Be fair lah!!!  Fa1z 16.09.2002

Click Here To Join!

 
HH01520A.gif (1047 bytes)
Back to News Page


PE03327A.gif (2805 bytes)
Write to Us

 

 

- Copyright (c) 2000 -
Brudirect.com
All rights reserved.
Revised: September 25, 2002.